Home / News / Bitcoin / Storj Cloud Storage Terdesentralisasi
Storj Cloud Storage

Storj Cloud Storage Terdesentralisasi

Storj Cloud Storage. Storj Lab adalah sebuah perusahaan media penyimpanan (cloud storage) menggunakan sistem terdesentralisasi. Pada dasarnya, Storj tidak ubahnya seperti pada Google Drive maupun Dropbox. Dan mungkin lebih mengenal dua cloud storage tersebut.

Hanya saja, Storj memanfaatkan teknologi berbasis Blockchain, yang memungkinkan cloud storage menjadi sebuah sistem yang terdesentralisasi. Sedangkan karena prinsipnya jaringan yang digunakan adalah jaringan yang terdistribusi, maka Storj juga mirip seperti torrent.

Dalam sistemnya terdapat proof-of-concept. Fungsinya, untuk bisa menghubungkan obyek data di dalam blockchain. Sehingga data tersebut bisa disimpan di dalam jaringan yang terdistribusi. Dengan enkripsi end-to-end yang dapat menjamin keamanan datanya.

Versi beta dari platform cloud storage terdesentralisasi ini telah diluncurkan pada 9 April 2016 lalu. Dengan aplikasi Storj, pengembang software bisa menempatkan aplikasinya kedalam cloud Storj yang menggunakan jaringan desentralisasi. Lebih jauh, Storj Labs Inc telah bergabung dengan layanan berbasis Blockchain dari Microsoft Azure.

Bagaimana Storj bisa bekerja?

Untuk bisa mendesentralisasikan cloud storage, ada dua peran penting didalam storj. Pertama pada softwarenya yang diberi nama BitCumulus. Dan kedua adalah Storjcoin yang berfungsi sebagai alat pembayaran, maupun sebagai media penyimpanan informasi data.

BitCumulus menjadi sebuah media yang dipakai untuk para pengguna. Sehingga dengan software tersebut, pengguna bisa upload ataupun mendownload file yang terdapat di dalam jaringannya. Prosesnya pun sama seperti halnya pada cryptocurrency seperti Bitcoin. Jika pengguna itu adalah pengguna baru, maka software tersebut akan generate sepasang public key dan juga private key.

Dalam setiap file yang diunggah kedalam jaringan, akan di enkripsi lebih lanjut di tiga lokasi secara terpisah. Menyimpan informasi file tersebut, dan dikonfirmasikan dalam blockchain. Karena di awal tadi sudah ada public key dan private key, maka orang lain tidak bisa mengakses file tersebut.

Pengguna yang terhubung di dalam jaringan disebut dengan istilah “farmer”. Pengguna ini pun bisa termotivasi bergabung dalam jaringan dengan menyewakan ruang hard drive mereka untuk bisa mendapatkan bayaran. Dan disinilah dibutuhkan peran Storjcoin. Pada akhirnya, Storjcoin ini bisa berfungsi seperti halnya cryptocurrency pada umumnya. Harapannya, Storjcoin ini juga akan bisa diperdagangkan di bursa pada waktu mendatang.

About Edukasi Bitcoin

EdukasiBitcoin adalah media online untuk berbagi pengetahuan dasar tentang Bitcoin. Harapannya, agar bisa dijadkan sebagai sumber informasi maupun sebagai referensi penambah pengetahuan yang bermanfaat, berkaitan dengan Bitcoin dan teknologi yang melingkupinya.

Check Also

UNDP Kembangkan Blockchain

UNDP Kembangkan Blockchain Sebagai Alat Pembayaran

UNDP Kembangkan Blockchain Sebagai Alat Pembayaran – Lebih efektif dan Efisien Untuk Memangkat Biaya Transaksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *