Menu

Review OneCoin – MLM Berkedok Cryptocurrency

  Dibaca : 204 kali
Review OneCoin – MLM Berkedok Cryptocurrency

Review OneCoin – MLM Berkedok Cryptocurrency Berpotensi SCAM

Review OneCoin. OneCoin seringkali mengklaim sebagai sebuah cryptocurrency. Jika memang OneCoin adalah Cryptocurrency, mungkin akan menjadi satu-satunya cryptocurrency paling aneh sedunia. Di dalam prakteknya, OneCoin ini hanyalah MLM, kental dengan praktek ponzi yang memanfaatkan kepopuleran cryptocurrency saja.

Bisa dikatakan, OneCoin selama ini cukup bersusah payah agar bisa mendapatkan pengakuan dalam dunia cryptocurrency. Beragam cara telah dilakukan untuk membungkus prakteknya ini. Tujuannya, sudah tentu agar bisa menjaring lebih banyak member baru yang masuk ke dalamnya.

OneCoin ini, dipasarkan dengan klaim seolah sebagai salah satu cryptocurrency. Namun cukup banyak yang bertolak belakang dengan klaim itu. Misalnya saja, tanpa Blockchain publik dan transparan yang bisa dilihat oleh publik. Di situsnya, pihak onecoin menganggap bahwa onecoin adalah cryptocurrency dengan sistem yang terpusat, sehingga Blockchain pun bersifat rahasia, namun tidak ada alasan yang jelas mengapa harus Blockchain tersebut bersifat rahasia, kecuali jika mereka hanya mengada-ada saja hal tersebut.

Siapa Saja Dibalik OneCoin

Orang-orang dibalik OneCoin ini ternyata adalah kumpulan para Scammer yang sudah banyak memakan korban. Terdiri dari Ruja Ignatova, dan Sebastian Greenwood, yang paling banyak melakukan aktifitas serupa. Kedua orang tersebut dibantu oleh beberapa orang lagi untuk menjalankan aksinya. Diantaranya adalah Juha Parhiala, Staffan Liback, Tommi Vuorinen, dan Nigel Allan yang akhirnya membangkang kepada Ruja Ignatova.

Berikut sepak terjang orang-orang dibelakang OneCoin:

  1. Ruja Ignatova

Ruja ini ternyata cukup banyak melakukan aksi serupa sebelumnya. Beberapa bentuk aksi sebelumnya seperti IG Metall, Waltenhofen casting plant, Gusswerk, Loopium eWallet, dan banyak yang lain. Keseluruhan aksi-aksi sebelumnya, berakhir bangkrut, atau juga scam.

Lebih detailnya, berikut adalah track record dan biografi buruk Ruja Ignatova:

  1. Sebastian Greenwood

Sebastian Greenwood ini berperan sebagai distributor OneCoin dalam aksinya. Namun, anda mesti tahu juga, bahwa orang ini juga sering terlibat dalam banyak scam sebelumnya. Beberapa diantaranya adalah:

  • UNAICO (United Nordic Alliance Investment Company)
  • SiteTalk – Sebagai CEO
  • Loopium – Sebagai CEO bersama dengan Ruja, Kristian Helgesen, dan Jarl Moe
  • BigCoin – Inilah yang kemudian dirubah menjadi OneCoin
  • Prosper Inc / Prosper Club / Senator Club concierge service
  • TOWAH Bank
  • iPay (eWallet solution) berbasis di Cyprus – Ini yang diagungagungkan sebagai wallet OneCoin. Ibaratnya, mereka berusaha mengganti image PayPal dengan iPay ini, yang telah bekerjasama dengan OneCoin. Padahal iPayTo ini adalah jelmaan dari Loopium, hasil kreasinya sendiri. Logikanya, PayPal mana mungkin mau bekerjasama dengan perusahaan ber track record semacam ini. PayPal dalam dunia prosesor pembayaran online bukanlah anak kemarin sore.

Duet antara Ruja dan Sebastian ini adalah duet paling serasi sebagai seorang scammer. Track recordnya sama-sama sering bertemu dalam aksi bersama. Seperti pada proyek Loopium dan yang lain.

  1. Juha Parhiala

Juha ini beraksi di jaringan (networking) OneCoin. Orang ini menghasilkan $625.000 per bulan. Bisa dibayangkan uang itu adalah uang dari para investor yang mengendap disana. Juha ini, yang membuat OneCoin cukup populer di Finlandia.

  1. Staffan Liback

Staffan Liback ini adalah pendiri Conligus. Conligus akhirnya di merger dengan OneCoin pada bulan Maret 2015, setelah Conligus banyak menangguhkan pembayaran di bulan Pebruari 2015. Akibat dari merger ini, Conligus menambahkan 20.000 anggota yang sebelumnya menjadi “Barisan Sakit Hati” karena tidak bisa payout sebelumnya di Conligus.

  1. Tommi Vuorinen

Tommi Vuorinen berfungsi sebagai Manager area Finlandia. Ia bertugas secara agresif untuk merekrut member baru di Finlandia, bersama Juha Parhiala. Detailnya bisa dilihat disini: http://www.iltasanomat.fi/kotimaa/art-2000000931105.html

  1. Nigel Allan

Nigel Allan ini adalah satu-satunya orang kepercayaan Ruja Ignatova yang akhirnya membangkang. Nigel juga pernah memberikan pernyataan di Facebook, menunjukkan bahwa OneCoin adalah penipuan besar-besaran. Namun ia lalu akhirnya menghapus pernyataannya tersebut.

  1. Dian Dimitrov

Dian Dimitrov ini adalah partner OneCoin dari Semper Fortis di Bulgaria, sekaligus bertindak seolah menjadi auditor Blockchain OneCoin. Tentang Blockchain OneCoin ini, sebenarnya juga hanyalah tipudaya semata. Karena mereka tidak pernah menunjukkannya secara terbuka, seperti yang dijelaskan diatas. Disamping itu, akan cukup aneh jika blockchain tersebut harus disembunyikan, dan malah justru menggunakan audior yang telah disiapkan, apalagi menjadi mitranya sendiri.

Jika suatu saat OneCoin collaps, Dian Dimitrov bahkan diyakini dapat mempertahankan dirinya sendiri. Justru sebaliknya, nasib terburuk bahkan akan dialami oleh OneCoin. Karena Dian Dimitrov bisa mengelak karena dia hanya ditugaskan untuk mengaudit program OneCoin saja berdasarkan dari data yang disodorkan oleh OneCoin. Detail hal ini bisa dilihat disini: http://www.engineereddigital.com/onecoinscam.com/dian-dimitrov-of-semper-fortis/index.html

  1. Tsveteline Lekova

Bertugas untuk menangani pendaftaran member baru di situs OneCoin. Di situs itu, pendaftarannya ternyata menggunakan alamat .eur.id. Physical address itu menunjukkan ke alamat bank yang sama dengan aset Onecoin lainnya. Sedangkan email pendaftar berasal dari domain ravenr.com.

Ada banyak kesamaan domain yang digunakan oleh Ruja dan asistennya unttuk melakukan aksi-aksinya sebelumnya (sering menggunakan @rilacap.com).  Antara one.com dan onecoin.eu, sama juga oleh Ruja Ignatova, begitupun juga di ravenr.com dan rilacap.com.

  1. Irina Dilkinska

Bertugas untuk menangani regulasi OneCoin (Legal and Compliance).  Dalam hal ini OneCoin tidak harus memenuhi peraturan apapun, juga tidak menggunakan ancaman yang mengikat secara hukum kepada siapapun juga. Sebab, Ruja dan Irina hanyalah pengacara omong kosong belaka. Di profile Linkedln Irina, sebelumnya bahkan ia salah mengetik nama OneCoin dengan OneNetwork. Ia pun lantas menghapus profil Linkedin miliknya.

Irina ini sempat juga mengajukan komplain kepada situs engineereddigital.com karena telah menunjukkan dengan cukup komplit dan sangat lengkap bagaimana skema penipuan OneCoin dijalankan.

Irina berusaha mengkontak pihak webhost engineereddigital.com dan mengatakan bahwa semua informasi yang dituliskan situs itu adalah bohong belaka. Sayangnya, pihak webhost justru melihat sebaliknya. Upaya yang dilakukan Irina justru meninggalkan log informasi tentang Irina dan yang kontak informasi yang ia gunakan. Terkait hal ini, engineerddigital justru menuliskan riwayat aduan Irina tersebut. Lihat detailnya disini: http://www.engineereddigital.com/onecoinscam.com/2015/06/13/onecoin-complains-to-my-host-for-false-allegations/index.html

OneCoin Bukanlah Cryptocurrency

Ada cukup banyak penjelasan yang menunjukkan bahwa OneCoin bukanlah Cryptocurrency. Hal-hal semacam ini sebetulnya tidak perlu dilakukan jika anda benar-benar telah banyak mengetahui tentang dunia Cryptocurrency. Namun bagaimanapun juga, hal ini perlu ditunjukkan agar anda mengetahui mengapa OneCoin hanyalah menggunakan Cryptocurrency ini sebagai kedok belaka.

  • Tidak ada Blockchain yang jelas. Alasan yang dikemukakan pihak OneCoin adalah Blockchain mereka rahasia, ini sungguh aneh. Cryptocurrency, banyak diketahui dengan transparansinya menggunakan Blockchain.
  • Menambang tidak perlu perangkat dalam OneCoin. Hal ini mungkin hanya satu-satunya di Dunia, bahwa untuk menambang cryptocurrency tidak membutuhkan perangkat. Klaim lagi yang disebutkan pihak OneCoin, bahwa mereka mempunyai pool mining di Hong Kong (sewa CPU). Tentu saja, hal ini cukup bisa dilihat keanehannya. Jika dilihat dari besarnya jumlah afiliasi mereka, tentu mereka harus mempunyai infrastruktur pertambangan yang cukup besar. Belum lagi, tidak jelas apakah OneCoin menggunakan SHA256 atau Scrypt. Karena mereka tidak pernah ada soucecode yang menunjukkan hal itu. Artinya, member untuk menambang harus investasi dulu. Dan jumlah nilai investasinya juga cukup besar. Ini betul-betul diluar kewajaran.
  • Pool mining di dashboard akun OneCoin hanyalah palsu saja, dengan menunjukkan interval mining yang telah ditentukan. Hal tersebut hanyalah ilusi pertambangan saja, alias palsu.
  • Memiliki pola Split Barometer. Dengan pola ini, OneToken dapat berlipat ganda, dan nantinya bisa ditebus. Hal ini hanyalah upaya klasik seperti pada skema ponzi. Dan suatu saat akan ada kepanikan masal jika perbesaran nilai ini telah menjadi besar, jauh lebih besar dari member baru yang diperoleh. Sehingga, pasti hanya menunggu waktu saja skema ini akan runtuh. Ketika saat itu tiba, semua member akan menyadari, bahwa OneCoin sama sekali tidak berharga. Karena mereka hanya mempunyai digit OneCoin yang besar, tanpa bisa ditebus atau dicairkan.
  • Menjual paket Pendidikan, tidak cryptocurrency. Hal ini cukup aneh sebetulnya, karena jika mereka menjelaskan ruang geraknya dibidang kripto. Sedangkan, Paket pendidikan yang dimaksud hanyalah “Materi Pelatihan” saja. Itupun dibuat dengan hasil menjiplak file PDF dari benzmith.
  • Menggunakan Marketcapitalization sendiri. Tentu saja mereka harus mendirikan market capitalizations sendiri, karena memang mereka bukanlah cryptocurrency. Mana mungkin OneCoin yang bukan Cryptocurrency bisa diterima di cryptocurrerrency market cap. Lalu mengklaim di market cap bikinan sendiri, dan memposisikan diri di urutan ke tiga. Cukup berbeda jika melihat detail market cap cryptocurrency di CoinMarketCap.com, disana telah ada sekita 700 lebih cryptocurrency, namun tak satupun ada OneCoin disana.
  • Tidak pernah terlibat dalam ruang diskusi cryptocurrency manapun. Sejauh ini, keseluruhan aktifitas baik Ruja dan kroni-kroninya, tidak pernah terlibat sedikitpun dalam dunia kripto. Apalagi ada kajian-kajian yang berguna yang berkaitan dengan dunia kripto. Sejauh ini, aktifitas mereka hanyalah foya-foya di acara gathering, seminar-seminar untuk menjaring member baru saja. Hal ini sangat cocok dan ideal, yang biasanya dilakukan oleh skema ponzy.
  • Klaim menjadi “The Next Bitcoin” selalu didengungkan. Hal ini bagi komunitas kripto hanyalah menjadi bahan cemoohan, terlebih dengan gelagat MLM dengan skema ponzi semacam ini.

Banyak Review OneCoin Memberikan Reputasi Yang Buruk

Dari sekian banyak yang telah berusaha menunjukkan gambaran tentang review OneCoin, sebagian besar memberikan kredit yang buruk tentang OneCoin. Jikalau ada yang memberikan review kebalikannya, itu bisa dipastikan berasal dari kroni-kroni mereka sendiri, ataupun dari situs-situs member sendiri, yang berusaha untuk menjaring lebih banyak member baru demi kantong pribadinya sendiri.

Beberapa review onecoin yang telah memberikan Reputasi Buruk terhadap OneCoin ini diantaranya adalah :

Keseluruhan gambaran itu, tentu saja hanyalah sekelumit saja dari sekian banyak bukti-bukti yang bisa digali sendiri. Anda akan cukup banyak menemukan kejanggalan jika anda benar-benar mengetahui tentang cryptocurrency. Berdasarkan semua hal tersebut diatas, EB menyatakan review OneCoin hanyalah MLM berkedok Cryptocurrency yang berpotensi SCAM, dengan menggunakan skema ponzi. Anda harusnya berhati-hati dengan pola yang semacam ini.

Sayangi keluarga anda, sayangi kerabat dan teman dekat anda, sayangi dana anda, jangan sampai sekali-kali terbujuk dengan tawaran dari OneCoin ini. Karena anda tidak akan pernah mengetahui kapan waktunya mereka akan jatuh dan kolaps. Jika anda memang ingin mengetahui tentang cryptocurrency, silahkan dipelajari lebih detail, agar anda bisa mengetahui sendiri bagaimana cryptocurrency bekerja. Nantinya, anda akan mengetahui sendiri bahwa OneCoin ini jauh dari sebuah Cryptocurrency, mereka hanyalah Cryptocurrency palsu belaka.

KOMENTAR

8 Komentar

    • cambyman
  1. henni
  2. ahmad

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional