Home / News / Bitcoin / MUI Malang Haramkan Bitcoin
MUI Malang Haramkan Bitcoin

MUI Malang Haramkan Bitcoin

MUI Malang Haramkan Bitcoin – Tidak Diakui Pemerintah Indonesia

MUI Malang. Di sebuah koran harian JawaPos Radar Malang, yang terbit pada hari ini, 10 Mei 2016, diberitakan tentang pendapat MUI kota Malang terhadap Bitcoin. MUI Malang menyebut bahwa transaksi Bitcoin haram dan tidak diakui oleh pemerintah Indonesia.

medan-meetup

Munculnya hal semacam ini tentu makin terlihat bahwa masyarakat masih banyak yang tidak mengerti tentang apa dan bagaimana sebetulnya Bitcoin. Terlebih tentang teknologi yang melingkupinya.

Di dalam harian itu disebutkan komentar dari KH Chamzawi, Ketua Komisi Fatwa MUI kota Malang yang mengatakan, “Karena Bitcoin ini tidak diakui pemerintah (Bank Indonesia) dan boleh dibilang ini haram,” terangnya.

Ia mendasarkan pendapatnya itu berdasarkan sebuah tafsir dari ayat Al Quran yang menerangkan bahwa umat mukmin diharuskan taat kepada pemimpin (pemerintah) dalam tujuh hal. Salah satu dari ketujuh hal tersebut adalah tentang mata uang.

Harian JawaPos Radar Malang - Sebut MUI haramkan Bitcoin
Harian JawaPos Radar Malang – Sebut MUI haramkan Bitcoin

Ketua Komisi Fatwa MUI kota Malang tersebut menilai bahwa sebuah transaksi keuangan, sumber uang yang diperoleh haruslah jelas. Dalam Islam menuntut kejelasan di setiap transaksi agar memenuhi syarat jual beli.

Sedangkan, ia melihat Bitcoin dihasilkan dari sebuah alat yang menghasilkan uang secara otomatis. Sehingga sudah jelas unsur haramnya. Terlebih koin yang didapat tidak mempunyai bentuk yang jelas dan hanya tersimpan di sebuah dompet virtual (e-wallet). Terkait dengan bentuk simpanan di rekening, ia melihat hal yang berbeda meski pada dasarnya mempunyai prinsip yang sama. Ia berpendapat, karena bentuk uangnya tidak bisa dipegang secara langsung.

Sementara uang di rekening dalam bentuk deposito juga masih bisa berbunga dan masih diperbolehkan meski menjurus kepada praktek riba. Karena hal tersebut, ia menganggap uang yang berada dalam rekening berbeda. Selain itu, keberadaannya juga diakui negara.

Sementara itu, IR Baroni, Sekretaris MUI kota Malang pun memberikan komentar senada yang dimuat diharian JawaPos Radar Malang tersebut. Ia mengatakan bahwa praktik Bitcoin berbeda dengan e-commerce yang transaksinya bisa dilakukan dari jauh dan menggunakan internet. Sebab, ada beberapa aspek penting dalam syarat jual beli itu seluruhnya dilanggar Bitcoin.

Hal itu terkait dengan penyelenggara mata uangnya yang tidak jelas, pihak toko yang menerima, asal muasal uang, serta lembaga keuangan pemerintahan yang menaunginya. “Sudah bisa dipastikan itu (haram), meski belum ada fatwa resmi dari MUI,” terangnya.

Di harian tersebut, merangkum beberapa hal yang melandasi pernyataan haram dari MUI Malang. Beberapa hal tersebut adalah:

  • Bentuk dan nominalnya tidak jelas
  • Negara manapun tidak mengakui jenis uang Bitcoin
  • Berpotensi besar terjadi transaksi ghoror (penipuan)
  • Investasi dengan resiko tinggi
  • Tidak ada otoritas formal yang mengawasi
  • Belum ada keuntungan berinvestasi dengan Bitcoin.

Sementara itu, dituliskan juga terkait dengan komentar salah seorang perencana keuangan idependen, Pandji Harsanto. Ia menyatakan bahwa Bitcoin bukanlah alat pembayaran yang sah. Sehingga belum bisa dimasukkan sebagai salah satu jenis perencanaan keuangan. Bitcoin juga tidak bisa dijadikan sebagai sebuah investasi.

Pandji menganggap Bitcoin tidak mempunyai pengaturan ataupun pengawasan dari lembaga otoritas keuangan. Menurutnya, bahkan BI pun melarang peredaran uang virtual itu. Berinvestasi pada Bitcoin akan mempunyai resiko yang tinggi karena sistemnya belum jelas. Bisa saja terjadi kegagalan saat transaksi berjalan.

Ia mengatakan, “Sistemnya secara virtual, bertambahnya uang pun juga secara virtual, seumpama uang itu sudah ditanamkan, bisa saja menghilang kapan saja, transaksi yang dilakukan dengan Bitcoin juga ilegal, karena tidak dikeluarkan secara resmi oleh BI” katanya.

Minimnya Pemahaman Tentang Bitcoin

Bitcoin memang tidak mudah dijelaskan secara gamblang. Hal itu karena teknologi yang melingkupinya memang teknologi yang mungkin hanya akan bisa dipahami oleh orang-orang IT ataupun para kriptografer. Terlebih banyak cabang ilmu kriptografi yang melatar belakangi teknologi dibalik Bitcoin ini.

Sementara, referensi yang paling banyak ada masih banyak dijumpai dalam bahasa asing. Hal ini tentu juga akan menambah kerumitan pemahaman bagi masyarakat untuk mengetahui secara pasti yang berkaitan dengan Bitcoin. Apalagi rata-rata masyarakat juga sebagian besar masih tidak banyak yang melek teknologi dan informasi.

Belum lagi, munculnya pembiasan-pembiasan pemaknaan kaitannya Bitcoin dengan usaha-usaha MLM dan money game yang banyak bermunculan dan cukup sering diposting dimanapun, baik di sosial media, blog maupun situs-situs lain.

Hal-hal semacam ini semakin membuat orang mempunyai persepsi minor tentang Bitcoin. Padahal dalam konsepnya Bitcoin sudah tersusun dengan jelas dan transparan. Pembiasan-pembiasan tersebut sebetulnya tidak berasal dari Bitcoin. Karena pada dasarnya memang banyak yang menggunakan Bitcoin sebagai alat untuk meraup peserta dari tingkat kepopulerannya saat ini.

Sementara dinamika yang ada di luar, justru cukup kontras. Bahkan makin banyak dari kalangan akademisi, pemangku kebijakan, institusi keuangan maupun perbankan, perusahaan, maupun startup, yang justru makin berusaha mengakrabkan diri dengan teknologi yang melatarbelakangi Bitcoin ini.

About Edukasi Bitcoin

EdukasiBitcoin adalah media online untuk berbagi pengetahuan dasar tentang Bitcoin. Harapannya, agar bisa dijadkan sebagai sumber informasi maupun sebagai referensi penambah pengetahuan yang bermanfaat, berkaitan dengan Bitcoin dan teknologi yang melingkupinya.

14 comments

  1. Bitcoin benar2 masih baru..
    Sesuai petuah pencipta nya Satoshi Nakamoto.. Perlu proses panjang bagi Bitcoin dpt dipahami seluruh khalayak..

    http://kasamago.com/the-rise-and-rise-of-bitcoin-gelap-gempita-perjalanan-bitcoin/

  2. Bentuk dan nominalnya tidak jelas
    Negara manapun tidak mengakui jenis uang Bitcoin
    Berpotensi besar terjadi transaksi ghoror (penipuan)
    Investasi dengan resiko tinggi
    Tidak ada otoritas formal yang mengawasi
    Belum ada keuntungan berinvestasi dengan Bitcoin.

    hehehe, mohon maaf tapi menurut saya ketidaktauanlah membuat anda berkata begitu
    ada baiknya anda meluangkan waktu dengan niat mengenai hall yang anda akan tulis

    • Bentuk dan nominalnya tidak jelas
      bentuk nya adalah data yang terenkripsi, dan isi nya hanyalah hystory dari mana dan kemana data itu berjalan k dompet siapa, otomatis transparan, bisa di lihat cara kerjanya, bisa di lihat orang nya, pengirim dan yang dikirim, bahkan bisa jadi barang anti korupsi apabila di awasi dengan baik, sungguh hanya perlu mengerti lebih lanjut, nominal nya jelas, anda ingin beli emas 400rb, anda pngin beli bitcoin seharga 400rb, tinggal cari yang mau jual segitu, harga nya berdasarkan kesepakatan dan keinginan masing2 pembeli dan penjual, adil sekali tidak ada paksaan.

      Negara manapun tidak mengakui jenis uang Bitcoin, bitcoin ada di cloud, di upload k cloud, bitcoin itu data, independent dan internet. negara manapun tidak dan tidak akan bisa menguasai data cloud atau internet. dan internet tidak ada yang memiliki, lebih tinggi dari benua eropa, asia, atau pbb, bitcoin merupakan community product, jelas tidak ada yg mengakui nya, dan reproduksi secara sndirinya semakin sering di gunakan

      Berpotensi besar terjadi transaksi ghoror (penipuan)
      uang dan emas juga 🙂 bank pun begitu, mata uang mana yg tidak, bahkan apabila di perhatikan karna product nya databased, justru bitcoin lebih bisa d jaga tuan..

      Investasi dengan resiko tinggi
      di medan memang banyak yang tawaari investasi bitcoin ya? semua investassi itu punya 2 sisi dong
      tapi di sebut resiko tinggi, mungkin karena kurang pengetahuan tentang cara kerjanya

      Tidak ada otoritas formal yang mengawasi
      ada namanya blockchain, coba deh ke blockchain.info T_T
      seperti kaset rusak kalo saya jelasin ulang

      Belum ada keuntungan berinvestasi dengan Bitcoin.
      masa sih 😀
      sungguh sepihak
      cm akan ada iritasi penulsi dan saya 0apabila saya jelaskan lagi

      mungkin yang tidak baik itu bukan pikiran nya yang tertutup, tapi menutup diri dari pikiran yang merepotkan

      • Investasi dengan resiko tinggi
        di medan memang banyak yang tawaari investasi bitcoin ya? semua investassi itu punya 2 sisi dong
        tapi di sebut resiko tinggi, mungkin karena kurang pengetahuan tentang cara kerjanya

        “medan” maksud saya “Malang”
        maafin X)

        • dengan nulis panjang dan berkali2 seperti di atas, terus anda merasa benar?

        • Mungkin Anda relatif paham tentang cryptocurrency semisal Bitcoin dibanding MUI. Tapi di sisi lain mungkin Anda juga belum paham sepenuhnya kaidah syariat Islam khususnya yang berkenaan dengan muamalah jenis ini. Satu hal yang perlu diingat bahwa kita sebagai Muslim telah memiliki panduan hidup yang sangat jelas yang mengatur semua aspek kehidupan tanpa kecuali yaitu Qur’an dan Sunnah/Al Hadits. Jika pun kita sangat ingin berkecimpung dalam muamalah semacam ini karena berharap keuntungan darinya, mungkin ada baiknya menundanya untuk sementara waktu sampai betul-betul diperoleh kepastian berdasarkan syariat tentang aspek hukum syar’i yang disampaikan oleh para ulama yang faqih dan diakui di bidangnya. Lebih baik kita menyesal sekarang atas kesalahan/kekhilafan yang telah dilakukan daripada nanti di suatu hari yang sudah tidak berguna lagi penyesalan itu. Semoga bermanfaat.

          • nope …. Bang Reza mungkin bukan ahli agama, hadits, fikih dan semacamnya. Anda salah membaca dan memahami komentar Bang Reza ( saya nggak kenal Bang Reza dan bukan siapa – siapanya ). Bang Reza cuma mau mengkritik artikel berita ini. Cara penyampaiannya, sumber referensinya. Bukan sudut pandang islam soal bitcoin atau agamanya.

            Perlu anda ketahui, saya bukan penambang dan pedagang Bitcoin dan Cryptocurrencies lainnya. Saya justru adalah korban dari maraknya bitcoin / Cryptocurrencies.

            Artikel ini referensinya salah semua. Kesannya seperti propaganda. Bukan berita jurnalistik. Fakta yang disampaikan banyak yang keliru. Boleh dibilang ini artikel sampah.

            Saya harap anda juga berhati – hati dalam membaca berita. Jangan karena menyangkut soal Islam lalu anda bela mati – matian. Anda justru harus melakukan yang sebaliknya.

            Kalau ada yang menulis sesuatu yang berhubungan dengan islam di dunia maya. Pastikan dulu isinya benar, kutipannya benar, kalau perlu cek lagi, lagi, lagi, lagi, dan lagi. Seperti yang tadi saya bilang, kutipan dari artikel ini banyak yang salah dan tidak sesuai kenyataan. Kalau anda tanya yang mana? Yang bukan Tafsir Qur,an dan Hadits …. Salah semua.

      • Ketinggian mas. Ada lho yang sampai sekarang ngga tahu apa itu data (IT). Dan parahnya yang ngomong gitu orang yang kerjanya di pemerintahan pula.

  3. Hanya untuk bahan bacaan/referensi aja.. https://konsultasisyariah.com/28435-hukum-bitcoin.html

  4. Bitcoin tidak diakui pemerintah, karena setiap transaksi yang menggunakan bitcoin pemerintah tidak kebagian persentase, berbeda dengan uang tunai atau emas atau alat pembayaran lainnya yang diakui BI.

  5. kalau semua sudah pakai bitcoin, bisa mengurangi biaya percetakan uang kertas dan logm

  6. Mending jual beli tahu tempe yg sudah jlz akad&rukun jual beli y..halal&berkah.
    Wz ta lah gk usa ngoyo lek golek dunyo,.diluk ngkas yo kiamat numpuk” hrta sng gk jlz asal usul e gae opo????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *