Menu

Metropolitan Bank Alami Banyak Masalah Transaksi Kripto

  Dibaca : 3 kali
Metropolitan Bank Alami Banyak Masalah Transaksi Kripto

Metropolitan Bank alami banyak masalah transaksi kripto di perusahaan itu. Atas alasan itu, pihak Metropolitan Bank memutuskan untuk menghentikan semua layanan transaksi kripto yang bejalan melalui wired transfer internasional untuk lalulintas deposit dan penarikannya. Selama ini, pihak Metropolitan Bank (Metropolitan Bank Holding Corp) memang telah banyak digunakan juga oleh beberapa layanan pihak ketiga di dunia kripto termasuk Coinbase.

Kabar tersebut termuat di TheFortune setelah mendapat laporan dari salah seorang pengguna layanan Metropolitan Bank. Dari kabar yang diterima, Metropolitan Bank telah menghentikan layanan deposit dan penarikan yang dilakukan melalui wired transfer internasional sejak hari Kamis, 11 Januari lalu.

Salah satu alasan terbesar dibalik penghentian layanan kripto itu, karena pihak Metropolitan Bank dianggap tidak memenuhi kepatuhan hukum, terkait penggunaan layanan wired transfer international yang banyak digunakan dalam transaksi akun-akun kriptonya. Pihak Metropolitan sendiri, harus mengambil langkah itu sekaligus menjawab respon atas terjadinya insiden kecurangan internasional yang melibatkan salah satu klien di bank tersebut.

Belum jelas siapa yang dimasksud salah satu klien pada insiden itu, namun dari insitusi maupun perusahaan-perusahaan yang berperan sebagai pihak ketiga dalam dunia kripto memang cukup rentan bermasalah dengan kepatuhan hukum yang berlaku, terlebih untuk institusi perbankan. Layanan pihak-pihak ketiga itu, umumnya harus memenuhi kepatuhan dan peraturan yang sesuai, terutama undang-undang anti-pencucian uang internasional.

Padahal selama ini Metropolitan Bank, yang telah banyak mendapat suntikan dana pada Nopember tahun lalu, bahkan telah bersusah payah membangun reputasinya sebagai institusi solid, serta mendirikan cabang di Filipina. Mereka bahkan mendapat julukan “The Bitcoin Bank”.

Kripto banyak bersinggungan dengan wilayah hukum di tahun 2018

Di tahun 2018 ini, dunia kripto khususnya Bitcoin, menjadi cukup banyak bersinggungan wilayah hukum. Sebenarnya, persinggungan ranah hukum itu hanya berlaku pada institusi-institusi yang berfungsi sebagai pihak ketiga saja. Mereka, penyedia layanan-layanan itu mengambil ruang dan celah atas begitu terbukanya lahan penghasil keuntungan yang bisa mereka raih.

Persinggungan-persinggungan tersebut, pada dasarnya tidak akan memberikan dampak pada core Bitcoin ataupun dunia kripto secara lebih umum, melainkan hanya pada penyedia layanan pihak ketiga itu saja. Namun bagaimanapun, pengguna kripto di dunia telah banyak yang mengambil manfaat atas kemudahan dari layanan-layanan mereka. Sehingga meskipun core bitcoin dan pihak ketiga terpisah masing-masingnya, namun telah menjadi salah satu bagian dalam ekosistem bitcoin dan dunia kripto pada umumnya.

Perlindungan atas tindak pencucian uang, menjadi salah satu alasan terbesar persinggungan yang terjadi selama ini. Tidak hanya Metropolitan Bank saja, Coinbase pun sedang mendapat banyak mendapat masalah semenjak Nationwide Bank berusaha untuk bersikap antipati terhadap kripto. Berdasarkan informasi yang didapat dari salah satu media elektronik, Nationalwide Bank dikabarkan tidak dapat memproses transfer melalui SEPA ke Coinbase. Begitu juga dengan yang dialami oleh Commerzbank yang berbasis di Jerman. Mereka kesulitan untuk menangani transaksi yang menggunakan SEPA.

(ida, edit-adi)

Editor:
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional