Menu

ICO ApolloChain – Platform Perdagangan Energi Berbasis Smart Contract

  Dibaca : 74 kali
ICO ApolloChain – Platform Perdagangan Energi Berbasis Smart Contract

Perubahan iklim yang terjadi secara drastis telah menjadi ancaman besar bagi planet kita. Setiap hari, baik individu, hingga pemerintah pun mulai memperhatikan dan mencoba membuat perubahan tentang bagaimana cara mengkonsumsi energi.

Sejak revolusi industri terjadi, kekuatan pemilik industri besar telah banyak memonopoli regulasi pasar. Sepanjang sejarahnya, hingga saat ini, sebagian besar masyarakat tidak punya kebebasan untuk bisa memilih perusahaan listrik mana yang bisa digunakan. Hal itu tentu saja karena hanya ada satu pilihan saja yang ada, dan mengendalikan seluruh pasar di wilayahnya.

Namun, status quo itu telah banyak berubah ketika banyak negara semakin banyak membuat perubahan dengan deregulasi pasar energinya. Sejauh ini, sudah ada sekitar 35 negara yang telah melakukan atau juga sedang dalam proses deregulasi pasar energi. Jika digabungkan, negara-negara tersebut mencapai sekitar 44% dari total energi yang dihasilkan di seluruh dunia. Diantara negara-negara yang telah melakukan deregulasi pasar energi tersebut adalah Australia, negara di sebagian besar Eropa, Kanada, dan beberapa juga di Amerika Serikat. Dalam hal ini, kita dapat terus akan melihat negara lainnya yang akan mengikuti, memecahkan monopoli pasar energinya di masa mendatang.

Tren lain yang telah terjadi adalah bagaimana cepatnya peralihan menjadi sumber energi terbarukan, misalnya tenaga surya dan angin. Artinya, orang-orang di seluruh dunia akhirnya telah mempunyai pilihan. Tidak hanya perusahaan mana yang dapat digunakan, tapi juga jenis sumber daya energi mana yang diinginkan untuk digunakan di rumahnya.

ApolloChain, salah satu perusahaan berbasis blockchain, telah banyak memperhatikan tren tersebut. ApolloChain lantas bekerja untuk membuat desentralisasi industri energi lebih jauh lagi. Pada platform ini, proses pembangunan perdagangan energi yang sepenuhnya terdesentralisasi masih dilakukan, menggunakan smart contract dengan potensinya untuk dapat merevolusi cara masyarakat menggunakan energi untuk rumah mereka.

Masa Depan Industri Energi

Energi terbarukan telah begitu drastis menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat di seluruh dunia.

Bahkan, selang dua dekade nantinya, sumber energi terbarukan bakal banyak mengambil alih bahan bakar fosil secara besar-besaran. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh KPMG, penggunaan energi matahari secara khusus akan melonjak hingga 330% di seluruh dunia pada tahun 2040.

Misi ApolloChain Dalam Mendesentralisasikan Energi

Ketika negara-negara di dunia tengah banyak bergerak untuk deregulasi dan menggunakan sumber daya energi alternatif, maka akan cukup masuk akal unguk dapat mendesentralisasikan industri energi tersebut dengan memanfaatkan teknologi blockchain. Hal inilah yang tengah dilakukan oleh ApolloChain di dalam platformnya.

Apollochain dibangun dengan “Fiber” dari platform Skycoin. ApolloChain ini adalah sebuah platform perdagangan energi baru, memungkinkan pengguna untuk dapat memperdagangkan energi terbarukan mereka satu sama lain. Jaringan listrik pintar atau yang disebut dengan Smart Grid, digabungkan dengan IoT, AI, dan juga teknologi blockchain. Sehingga apa yang banyak orang sebut dengan “energi internet” dapat diciptakan.

Dengan ApolloChain, pemilik generator energi, grosir, institusional, hingga konsumen listrik secara individual, dapat secara langsung memperdagangkan energi satu sama lain. Salah satu sisi positifnya, dapat mengurangi pembiayaan perdagangan secara terpusat, dan juga menghindari kerugian dari harga pemerintah.

Disamping itu, proyek ini juga lebih menguntungkan bagi stasiun pembangkit listrik. Karena stasiun pembangkit listrik juga dapat meningkatkan likuiditas pendanaan modalnya dengan memperoleh crowdfunding listrik yang ada. Bahkan, jauh hari sebelum pembangunan pembangkit listrik itu dilakukan.

ApolloChain mempunyai potensi untuk dapat menderegulasi, dan mendesentralisasikan energi ke seluruh dunia. Dapat mengurangi ketergantungan manusia atas penggunaan bahan bakar fosil, dan beralih dengan menggunakan energi terbarukan.

Ekosistem Platform ApolloChain

Komponen utama di platform ApolloChain adalah platform perdagangan energi yang dibangun menggunakan teknologi blockchain. Sehingga antara pembeli, penjual, dan spekulan dapat berinteraksi satu sama lain menggunakan smart contract. Artinya, pengguna dapat melakukan perdangangan tersebut dengan jaminan mutlak, bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi itu, dapat sepenuhnya menyelesaikan keseluruhan transaksi secara otomatis.

Gambar di bawah ini adalah ilustrasi bagaimana ekosistem ApolloChain:

apollochain-ecosystem

Sumber: Website resmi ApolloChain

Pengguna ApolloChain dapat memasang perangkat “Smart Meter” di rumahnya. Perangkat tersebut adalah meter listrik pintar yang dapat melacak data penggunaan daya listrik secara lebih valid. Dengan data itu, jaringan listrik pintar dapat bermanfaat untuk mengurangi biaya pengisian ulan, menunjukkan cara agar dapat mengurangi penggunaan daya, ataupun menurunkan biaya lainnya.

smart meter ApolloChain

Smart Meter

Garis besarnya, pengguna dapat dengan mudah untuk melihat data energi yang digunakan, dan berinteraksi dengan mudah dengan Smart Meter tersebut. Serta, dapat bertransaksi hanya dengan menggunakan smartphone melalui aplikasi ApolloChain.

Token ApolloChain – APL

Di dalam platform ini, dibuat sebuah token sendiri yang disebut dengan Apollo Coin (APL). Fungsi token APL itu adalah sebagai bukti elektronik transaksi energi yang dilakukan melalui jaringan listrik pintar. Jumlah token APL yang didistribusikan berelasi positif dengan jumlah listrik yang tersedia dan diperdagangkan. Artinya token APL tersebut akan secara bertahap dibuka dan didistribusikan, sesuai dengan permintaan transaksi yang ada saat itu.

Selain dapat dipergunakan untuk memperdagangkan antara produsen dan konsumen energi, APL juga dapat diperdagangkan di bursa kripto. Pengguna akan lebih cenderung untuk bisa membeli dan menyimpan token APL ketika harga listrik di pasar sedang rendah. Kemudian menjualnya ketika harga listrik naik. Kondisi itu secara tidak langsung juga akan membantu dalam menstabilkan permintaan dan harga token APL di bursa sekunder.

Untuk dapat menyimpan token APL, ApolloChain juga telah menyediakan wallet ApolloChain yang bisa anda dapatkan di sini.

Detail ICO ApolloChain

Total jumlah token yang telah dibuat berjumlah 100.000.000 APL.

Fase pre-ICO ApolloChain berlangsung dari 5 Mei 2018 hingga 15 Juni 2018. Target minimum untuk fase itu berkisar USD 500.000, sedangkan target maksimumnya sekitar USD 1 juta.

Sedangkan untuk fase penjualan token ICO Apollochain secara publik bakal diumumkan lebih lanjut. Target minimum di fase ICO nantinya sekitar USD 8 juta, dan target maksimum sekitar USD 20 juta.

Berdasarkan yang dituliskan di dalam whitepapernya, berikut ini adalah pendistribusian token APL:

  • 40% Didistribusikan di ICO ApolloChain
  • 5% untuk reward komunitas
  • 20% PR dan pemasaran
  • 30% Tim pendiri
  • 5% untuk operasional Apollo Foundation

Dari 5% yang dibagikan untuk reward komunitas, kurang lebih sekitar 2% (atau setara dengan USD 840.000) akan dialokasikan untuk program “bounty campaign”, yang berjalan dari 25 April hingga 1 September 2018. Semua orang dapat berpartisipasi dengan mempromosikan ICO ApolloChain di Twitter, Facebook, Telegram, YouTube, ataupun juga menuliskan di blog tentang proyek ini, untuk dapat memperoleh reward tersebut. Untuk mengetahui lebih jauh tentang program Bounty Campaign tersebut, dapat anda lihat pada tautan ini.

Kesimpulan

ApolloChain menempatkan energi tersebut ditangan masyarakatnya sendiri. Teknologi jaringan listrik pintar dan juga smart meter di platform ini mempunyai potensi untuk dapat merevolusi industri energi yang sebagian besar belum banyak berubah.

ApolloChain merupakan perusahaan yang sama sekali baru dan akan menempuh perjalanan jauh ke depan sebelum visi ini dapat terwujud. Namun tim ApolloChain bekerja dengan cukup tekun untuk dapat menjadikan impian tentang desentralisasi energi itu menjadi kenyataan.

Menariknya, ApolloChain juga akan membuat proyek percontohan jaringan listrik pintar dalam skala kecil untuk menguji teknologinya. Proyek percontohan yang bakal dilakukan di Australia itu akan segera dimulai pada Q3 di tahun 2018 ini.

Jika anda ingin berperan langsung untuk dapat mendesentralisasikan dan mendukung penggunaan energi terbarukan, proyek besar ApolloChain dapat menjadi investasi yang tepat. Anda dapat mempelajari lebih jauh dengan membaca whitepaper dan mengikuti blog ApolloChain.

Selain itu, anda juga dapat bergabung di komunitas ApolloChain, baik di Twitter, Facebook, Reddit, ataupun di Telegram.

Editor:
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional