Home / News / Cryptocurrency Lain / Tentang Proof of Stake Ethereum
Proof of Stake Ethereum

Tentang Proof of Stake Ethereum

Tentang Proof of Stake Ethereum – Apakah proof of stake lebih baik daripada proof of work?

Proof of Stake Ethereum. Jika kita mendengar tentang istilah proof of stake, berarti besar kemungkinan kita juga mendengar tentang istilah proof of work. Ya, dua istilah tersebut banyak kita jumpai di dalam dunia cryptocurrency. Menjelaskan tentang bagaimana sebuah sistem bisa meminimalisir terjadinya serangan-serangan ke dalam sistem.

Di dalam Bitcoin, penerapan proof of work ini juga berfungsi sama. Menjadi sebuah tolak ukur bagi penambang, yang digiring untuk bisa bertindak jujur di dalam sistem Bitcoin. Sehingga mereka pun bisa berkontribusi di dalam sistem, dengan melakukan pertambangan.

Ada sebuah kelemahan di penerapan Proof of Work. Jika seseorang melakukan serangan, besarnya biaya untuk menyerang sistem, akan bisa dihitung dan sama dengan berapa biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan sistem tersebut.

Maka, dalam hal ini, peningkatan keamanan sistem, bisa juga didapat dengan pengeluaran yang tinggi dalam menjalankan sistem tersebut. Sehingga peserta yang jujur bisa mengatasi yang tidak berlaku jujur. Dan hal tersebut juga yang melatarbelakangi adanya proof of work.

Sementara, banyak juga yang menganggap proof of work kurang efisien saat ini. Meski di dalam Bitcoin, hal tersebut masihlah cukup efisien. Karena reward blok Bitcoin dalam beberapa periode masih ada, dan ditunjang dengan telah banyak diterapkan fee transaksi.

Namun, ketika nanti reward blok hendak mencapai nol atau hendak habis, maka rasio antara kapitalisasi market dengan biaya yang dibutuhkan seseorang untuk bisa melakukan serangan terhadap Bitcoin bisa berubah menjadi kritis. Mengapa begitu? Karena jika reward Blok telah makin menipis, dan para penambang menjadi berkurang, maka peluang orang untuk melakukan serangan ke sistem juga menjadi bertambah.

Pada beberapa pendapat yang ada, sebenarnya itu bisa diselesaikan dengan penerapan fee transaksi sebetulnya. Sehingga banyak juga yang menganggap hal itu tidak terlalu beresiko. Karena penambang pun akan tetap termotivasi dengan insentif dari biaya transaksi ini. Atas adanya kemungkinan-kemungkinan tersebut itulah, ada pola lain yang disebut dengan proof of stake.

Baca lebih jauh tentang proof of work Bitcoin disini: Insentif dan proof of work Bitcoin

Lalu apa yang dimaksud dengan proof of stake?

Seperti yang telah disinggung diatas, bahwa sebenarnya proof of stake bisa dipakai sebagai alternatif lain penerapan proof of work. Jika di dalam Bitcoin, proof of stake ini masih belum dan tidak digunakan. Namun tentu saja bisa jadi digunakan di dalam cryptocurrency lain.

Di dalam Ethereum, proof of stake memang rencananya akan difungsikan. Karena dilandasi untuk bisa memecahkan berbagai persoalan yang mungkin bisa ditimbulkan suatu saat nanti. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah:

Mengatasi Masalah Biaya

Pengembang di ethereum, merasa penerapan proof of stake akan bisa menyelesaikan yang terkait dengan masalah biaya. Maksudnya, dengan diterapkan proof of stake ini, nantinya akan bisa memicu lebih banyak lagi penambang jujur. Yang mereka berfungsi sebagai seorang validator di dalam sistemnya. Sehingga, nantinya para validator jujur ini bisa mengeluarkan biaya yang lebih rendah untuk mengoperasikan sistem. Sedangkan, justru pihak penyerang akan mengeluarkan biaya yang lebih tinggi untuk melancarkan serangannya.

Mengapa begitu? Karena dengan dipicu oleh proof of stake ini, membukan kesempatan besar pada para validator. Sehingga nantinya pun jumlah validator jujur ini akan bisa menguasai jaringan. Secara tidak langsung, maka mereka bisa menyingkirkan para penyerang. Proof of stake Ethereum ini disebut dengan istilah Casper.

Mengatasi Masalah Sensorship

Potensi permasalahan yang bisa diatasi adalah untuk meminimalisir timbulnya kekurangan sensorship dalam sebuah blok baru. Di dalam Bitcoin, jika seorang penambang blok barunya belum termasuk di dalam rantai utama Blockchain, hal itu tidak berpengaruh. Di dalam Bitcoin, blok ini disebut orphan block. Dan siapa saja yang menemukan orphan block di dalam Bitcoin tidak akan mendapat apa-apa.

Sehingga sensorship atas blok tersebut juga bisa dikatakan menjadi tidak efektif. Di dalam Ethereum, para penambang bisa mendapat keuntungan jika menemukan orphan blok ini. Sehingga sensorship atas blok yang disebut Uncle di Ethereum ini.

Mengatasi Masalah Skalabilitas

Masalah lain yang ingin berusaha bisa dipecahkan dengan proof of stake ethereum berkaitan dengan skalabilitas. Hal itu bisa dicapai, karena beberapa masalah di atas akan bisa ditangani. Sehingga problem di skalabilitas juga bisa diatasi dengan proof of stake.

Atas berbagai hal diatas, sehingga para pengembang Ethereum dan para penelitinya menganggap algoritma konsensus yang berdasarkan proof of stake bisa memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi. Terutama dalam hal jumlah pengeluaran untuk sumber daya yang digunakan. Jika dibandingkan dengan proof of work.

Pengembang juga percaya dan menganggap bahwa dengan penerapan Casper ini akan bisa mengatasi masalah-masalah lainnya. Hal itu termasuk juga dengan adanya kerentanan yang mungkin bisa saja terjadi. Begitu juga dalam pertimbangan secara ekonomi dan hal lainnya. Terlebih, karena Ethereum didirikan dari crowdfunding. Sehingga harapannya tentu akan bisa memberikan perlindungan lebih terutama pada para investor.

Kita tentu mengetahui bahwa konsensus dalam jaringan di Blockchain telah memungkinkan banyak pengguna yang sama sekali berbeda namun bisa mencapai konsensus tersebut. Dan menariknya, hal itu ternyata bisa diwujudkan tanpa harus ada sebuah otoritas terpusat. Dan pemecahan itu bisa diwujudkan dengan penerapan proof of work melalui proses pertambangan (hashing).

Penerapan proof of work untuk bisa mencapai konsensus tentu menjadi sebuah upaya yang mengesankan saat itu. Dan Bitcoin muncul sebagai sebuah solusi untuk menyelesaikan persoalan konsensus ini. Lalu kemudian muncul ide lain dibelakangnya setelah proof of work, yakni proof of stake ini.

Nah, ada sebuah analogi dalam sebuah pertanyaan yang menggambarkan kemunculan dua pola ini. Dari yang semula menggunakan proof of work menjadi proof of stake. Analogi pertanyaan tersebut dari Bagaimana cara kerjanya? Berubah menjadi Siapa yang bisa bekerja lebih baik? Apakah A lebih baik dari pada B?

Untuk bisa menjawabnya secara lebih adil, bisa dilihat dari empat kondisi. Tentang berapa biaya node jujur saat tidak ada serangan. Kedua, berapa biaya node jujur saat ada serangan. Tiga, berapa biaya node yang saling bermusuhan jika sebuah serangan tidak berhasil. Dan keempat, berapa biaya node yang saling bermusuhan mengatasi serangan itu jika ternyata serangan tersebut berhasil menembus pertahanan.

Tentu saja, memang meski kurang begitu relevan dalam pengukurannya untuk bisa lebih valid, atas kondisi-kondisi di atas. Namun, itu bisa ditarik perbandingan antara keduanya. Karena akan bisa dibandingkan berapa biaya yang dibutuhkan dengan reward blok yang bisa didapatkan oleh node jujur di kedua pola tersebut. Dan tentunya itu bisa di tarik penggambaran, jika dalam kondisi-kondisi tertentu saja seperti pada keempat kondisi diatas.

Bitconnect

About Edukasi Bitcoin

EdukasiBitcoin adalah media online untuk berbagi pengetahuan dasar tentang Bitcoin. Harapannya, agar bisa dijadkan sebagai sumber informasi maupun sebagai referensi penambah pengetahuan yang bermanfaat, berkaitan dengan Bitcoin dan teknologi yang melingkupinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *