Home / News / Bitcoin / Mimpi Buruk Bitcoin Terjadi?
Mimpi Buruk Bitcoin

Mimpi Buruk Bitcoin Terjadi?

Hal Yang Menjadi Mimpi Buruk Bitcoin

Delay Transaksi Berpengaruh Pada Harga Bitcoin

Apakah peristiwa terjadinya delay transaksi pekan lalu menjadi mimpi buruk Bitcoin? Peristiwa itu terjadi tepatnya pada hari selasa, 1 Maret 2016. Banyak terjadi penundaan konfirmasi transaksi Bitcoin. Transaksi Bitcoin yang tertunda ini meningkat. Dan cukup cepat, sehingga menjadi sebuah masalah endemik di ekosistem Bitcoin. Bahkan, delay transaksi ini berlangsung kurang lebih beberapa hari.

medan-meetup

The Verge, pada waktu itu menuliskan pemberitaan yang cukup dramatis akan hal ini. The Verge menuliskan bahwa Skenario Mimpi Buruk Bitcoin Terjadi pada 2 Maret 2016 lalu. Apa yang dimaksud dengan skenario mimpi buruk kaitannya dengan Bitcoin? Hal apa sajakah yang akan mengakibatkan hal itu terjadi?

Delay transaksi pada pekan lalu terjadi karena adanya kelebihan kapasitas pada jaringan Bitcoin. Karena itu transaksi Bitcoin di seluruh dunia bisa tertunda. Terjadi ketidakseimbangan yang diakibatkan oleh pertumbuhan transaksi Bitcoin yang terus meningkat membuat kewalahan hingga banyak transaksi yang terbengkalai. Sementara, masih banyak perbedaan pendapat berkaitan dengan pemecahan masalah untuk mengatasi situasi ini.

Dari pantauan the verge, dalam konfirmasi transaksi Bitcoin saat itu membutuhkan waktu dari 10 hingga 43 menit. Banyak pengguna yang sebagian besar berasal dari merchant menjadi bingung. Kondisi itu membuat panik banyak pengguna Bitcoin.

Hingga ada juga beberapa pengguna maupun merchat yang sementara waktu tidak melakukan transaksi menggunakan Bitcoin. Takut jika ada delay waktu yang lama dan berpengaruh pada konsumen mereka. Dampak signifikan akibat peristiwa ini, harga bitcoin pun menjadi turun.

Sementara pada chat room komunitas Bitcoin di Bitcoin sub-Reddit, menunjukkan sejumlah kepanikan yang sama. Berawal dari sebuah artikel yang ditulis di motherboard.vice.com. Jordan Pearson menuliskan sebuah artikel berjudul “Bitcoin’s ‘New Normal’ Is Slow and Frustrating”. Artikel yang ditulis tersebut, secara tidak langsung memberikan kesan suram, bahwa apa yang menjadi mimpi buruk Bitcoin secara perlahan berubah menjadi kenyataan.

Sulit Mengetahui Penyebab Terjadi Delay Transaksi

Secara garis besarnya, dirasa sulit untuk menentukan apa yang menjadi penyebab terjadi penundaan transaksi yang terjadi saat itu. Apakah hal itu dikarenakan ukuran blok yang terlalu kecil dalam memproses transaksi, atau karena hal lain.

Indikasi yang mungkin bisa saja terjadi adalah karena ada beberapa penambang Bitcoin yang mengabaikan biaya tambahan pada transaksinya. Meskipun hal ini hanya dianggap secara parsial, yang bisa berpengaruh pada menurunnya sistem. Bisa juga karena ada seseorang yang hanya berniat melakukan spamming pada sistem, atau hanya karena mereka tidak menyertakan biaya pada pada saat mengirim Bitcoin.

Kontroversi Limit Blok Masih Berlangsung

Meskipun delay transaksi tersebut tidaklah terlalu kritis. Seperti penggambaran kondisi yang telah bermunculan di beberapa media online maupun sosial media lain.Namun beberapa pengguna Bitcoin beberapa waktu lalu harus membayar biaya lebih untuk transaksi mereka. Sedangkan proses transaksinya juga memawak waktu yang lama.

Apa yang telah terjadi pekan lalu telah memicu kebingungan pengguna Bitcoin. Terutama tentang beban transaksi yang meningkat dalam jaringan Bitcoin. Terlebih, terjadi ditengah perdebatan tentang limit blok Bitcoin yang masih masih berkelanjutan. Referensi tentang mengapa ada limit blok Bitcoin bisa dibaca lebih lanjut disini: Kontradiksi Limit Blok Bitcoin.

Kontroversi tentang ukuran limit blok Bitcoin, secara tidak langsung telah membagi dua kubu dalam komunitas pengguna Bitcoin. Kubu pertama adalah para pengembang Bitcoin Core. Kubu ini adalah beberapa pengembang yang berusaha mencari dan mengembangkan bagaimana penandatanganan digital akan diletakkan. Harapannya, dengan cara ini akan bisa meningkatkan kapasitas blok sejak April tahun ini.

Sementara di kubu kedua, adalah para pengembang dari Bitcoin Classic. Pengembang Bitcoin Classic telah meluncurkan aplikasi yang bisa beroperasi dengan lebih cepat. Selain itu dengan aplikasi ini, pengguna tidak lagi terhalang dengan limit blok yang dipatok sebesar 1MB seperti pada Bitcoin Core.

Bitcoin Classic adalah sebuah aplikasi Bitcoin seperti halnya Bitcoin Core. Aplikasi ini juga berfungsi sebagai wallet maupun dipergunakan untuk bisa menambang Bitcoin. Perbedaan mendasar Bitcoin Classic ini adalah karena bisa memuat transaksi lebih banyak, hingga berukuran 2MB.

Yang menjadi masalah, adalah pada saat pengguna Bitcoin mengirim transaksi. Ada biaya tambahan untuk transaksi itu. Biaya transaksi Bitcoin berfungsi sebagai cara pengguna Bitcoin untuk bisa menawar sehingga bisa memasukkannya kedalam blok. Dilain hal, sejumlah wallet Bitcoin menggunakan kode tertentu dan memasukkan biaya tambahan sebesar 0,0001 BTC. Biaya itu menentukan prioritas bahwa transaksinya akan dimasukkan pada blok berikutnya oleh para penambang. Biasanya makin tinggi biaya, akan meningkatkan prioritas.

Sedangkan kenyataannya, beberapa transaksi dengan prioritas rendah tetap diproses. Sehingga pada akhirnya menambah tekanan tersendiri pada pengguna dan juga platform untuk industri. Seperti yang terjadi pada Exchanger Bitex, telah membayar biaya lebih untuk transaksinya, namun memakan waktu yang lebih lama.

About Edukasi Bitcoin

EdukasiBitcoin adalah media online untuk berbagi pengetahuan dasar tentang Bitcoin. Harapannya, agar bisa dijadkan sebagai sumber informasi maupun sebagai referensi penambah pengetahuan yang bermanfaat, berkaitan dengan Bitcoin dan teknologi yang melingkupinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *