Home / Coretan Lepas / Membayangkan Kartini Mengenal Blockchain
Membayangkan Kartini

Membayangkan Kartini Mengenal Blockchain

Membayangkan Kartini Mengenal Teknologi Blockchain – Apa Yang Akan Beliau Katakan?

Membayangkan Kartini. Sebelumnya Edukasi Bitcoin mengucapkan Hari Kartini untuk seluruh warga negara Indonesia. Berkaitan dengan Hari Besar Nasional Kartini 21 April ini, cukup banyak beredar status di medsos berkaitan dengan hari besar ini. Lantas Edukasi Bitcoin pun mulai berasa gatal untuk sedikit memberi nuansa yang berbeda akan hal ini.

Sosok penyemangat dunia pendidikan ini telah banyak berkontribusi bagi kemajuan kaum hawa di Indonesia untuk tidak patah semangat dalam mengunyah dunia pendidikan. Sekaligus kiprahnya dalam emansipasi kaum hawa di Indonesia. Meskipun, banyak pengamat yang menilai sosok kepahlawanan Cut Nyak Dien lebih pantas dianggap sebagai tokoh pelopor emansipasi wanita di Indonesia.

Terkait dalam bidang cryptocurrency dan segala perkembangan teknologi yang melingkupinya, pertanyaan pertama yang ada di dalam benak Edukasi Bitcoin adalah, kira-kira apa pendapat Kartini ini jika pada jaman bahula tersebut, beliau berkesempatan untuk mencicipi dan mengetahui tentang teknologi Blockchain?

Hal itu, tentu saja terlepas pada jaman bahula tersebut belum ada internet tentu saja. Jadi yang Edukasi Bitcoin lakukan, tidak lebih hanya dengan membayangkan saja hal tersebut. Ahhh… meskipun hanya sebatas membayangkan.. lebih baik Edukasi Bitcoin tetap melanjutkan saja untuk menulis tentang hal ini.

Seperti yang telah banyak di ketahui oleh para pengguna Bitcoin, maupun cyptocurrency lain, pengamat teknologi, ilmuan, orang-orang yang melek tehnologi, dan lain sebagainya yang sudah mengenal. Tentu hal ini tidak asing lagi.

Blockchain, sebuah buku besar pencatatan transaksi dalam bentuk digital ini, bisa di aplikasikan dalam banyak hal. Bahkan, telah banyak juga yang berhasil menterjemahkan dan menerapkan teknologi yang berbasis pada bidang kriptografi ini. Baik dalam dunia teknologi informasi, industri keuangan, industri musik, edukasi, perusahaan, startup, bahkan Disney pun berniat membuat dan menerapkan teknologi ini untuk kalangan internal perusahaan mereka.

Dalam konteks ke Indonesiaan, mungkin akan sedikit berbeda. Hal itu mungkin akan lebih banyak bergantung dengan tingkat kualitas sumber daya manusia. Akses internet yang minim, belum banyak masyarakat yang tersentuh kabel sambungan internet misalnya. Ataupun bahkan terkait regulasi yang sulit.

Ya… itulah Indonesia. Edukasi Bitcoin kemudian membayangkan, Kartini mungkin akan menangis pada saat ini, dalam benaknya mungkin ia melihat, mengapa hingga sampai saat ini belum juga memangkas dan meminimalisir tindak korupsi. Instrumen apa saja sebenarnya yang bisa cukup revolusioner untuk meminimalkan hal ini.

Ahh… kan itu sudah diatur dalam regulasi dan ketetapan hukum. Sudah ada lembaga yang menangani pula. Ngapain juga Edukasi Bitcoin bersusah payah memikirkan hal ini. Ya… persepsi minor di benak itu juga ada. Namun ada sebuah peluang sebenarnya, bagaimana jika (membayangkan lagi) jika KPK dipermudah urusannya dalam mengusut rekening gendut itu dengan public ledger seperti Bitcoin Blockchain ini? Tidak terbentur dengan regulasi badan maupun instansi lain yang mungkin akan membelenggu proses penyelidikan.

Bukankah hal itu akan bisa mempermudah pekerjaan mereka? karena dengan hal itu bisa terperinci secara detail. Bahkan berapapun sen yang telah dikeluarkan?

Namun kemudian banyangan itupun dipatahkan lagi dengan asumsi lain, “Apaan itu teknologi Blockchain, teknologi maya, tidak jelas jluntrungnya! itu hanyalah teknologi akal-akalan saja”. Namun kemudian Edukasi Bitcoin jadi teringat lagi dengan sosok kartini. Mungkin beliau pun akan menjadi cukup bijaksana.

Hal pertama yang mungkin akan dilakukan Kartini adalah, melihat teknologi Blockchain tersebut. Mempelajari, menilik dengan seksama, memperhatikan perkembangan, berdiskusi, berdialog, hingga mungkin akan berujung dan mampu melihat pula potensi akan hal ini.

Lalu yang ada di dalam bayangan Edukasi Bitcoin selanjutnya adalah, mungkin Kartini akan berkata, “Teknologi ini Revolusioner”, cukup cocok untuk bisa diterapkan di Indonesia kita yang berbasis demokrasi”.

Berlanjut kemudian, bayangan-bayangan dibenak inipun lalu menjadi terberai, setelah melihat trending topik seorang polwan Meksiko yang memamerkan bagian tubuhnya di medsos. Untungnya hal ini tidak terjadi di Indonesia.

Selamat hari Kartini.

Bitconnect

About Edukasi Bitcoin

EdukasiBitcoin adalah media online untuk berbagi pengetahuan dasar tentang Bitcoin. Harapannya, agar bisa dijadkan sebagai sumber informasi maupun sebagai referensi penambah pengetahuan yang bermanfaat, berkaitan dengan Bitcoin dan teknologi yang melingkupinya.

Check Also

dunia medis

Blockchain Dalam Dunia Medis

Dunia Medis. David Raths menuliskan artikel tentang teknologi blockchain di healthcare-informatics.com, sebuah majalah kesehatan. Artikelnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *