Home / News / Bitcoin / Blockchain Berguna Untuk Distribusi Energi Matahari
Energi Matahari

Blockchain Berguna Untuk Distribusi Energi Matahari

Blockchain Berguna Untuk Distribusi Energi Matahari – Komunitas Kecil Penghasil Energi Alternatif Di Brooklyn

Energi Matahari. Cukup menarik, bahwa ternyata Blockchain juga dapat membantu distribusi Energi Matahari pada sebuah komunitas di Brooklyn. Diberitakan di npr.org, bahwa teknologi dibalik cryptocurrency Bitcoin ini, ternyata cukup berguna untuk membantu proyek microgrid, saat mendistribusikan energi matahari kepada para tetangga yang menjadi pengguna.

Robert Sauchelli, pria asal Brooklyn yang telah pensiun dari pekerjaannya ini telah menghabiskan waktunya selama 21 tahun untuk dapat menggunakan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Karena Robert tidak memiliki panel surya, maka ia membayar sebesar 7,4 sen untuk tiap kilowat/jam di sebuah perusahaan energi alternatif. Perusahaan tersebut adalah Green Mountain Energy, berlokasi Austin – Texas.

Green Mountain Energy adalah perusahaan supplier energi yang didapat dari Con Edison – New York. Namun, karena lokasi perusahaan Green Mountain Energy berada di Austin, membuat Robert kurang bisa mendapat manfaatnya secara langsung. Sementara tagihan listriknya juga bertambah.

Di Bulan April lalu, Robert kemudian ikut bergabung pada sebuah proyek baru. Yang diprakarsai oleh LO3 Energy. Perusahaan itu adalah sebuah perusahaan teknologi yang fokus pada pengembangan distribusi energi alternatif, dan pembangunan konsensus sistem, berdasarkan teknologi blockchain.

Melalui perusahaan itu, dilakukan uji coba microgrid energi lokal yang ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi blockchain. Dalam hal ini, teknologi Blockchain itu digunakan untuk dapat mengaktifkan proses transaksi energinya.

LO3 Energy menamakan proyeknya tersebut dengan nama TransActive Grid. Mencoba untuk membangun perdagangan energi matahari di sebuah komunitas kecil, diantara para tetangga sekitar. Pada uji coba yang dilakukan, terdapat 15 rumah tangga, dengan dua produsen energi, dan 13 pembeli energi.

Dengan pola seperti itu, Robert Sauchelli hanya membeli sebesar 7 sen pada setiap kilowat/jam dari energi yang dihasilkan. Atau kurang lebih sebesar 8-14 dolar per bulan. Sementara pemilik panel surya pada komunitas kecil penghasil energi matahari itu adalah Eric Frumin. Jadi Robert membayarkan biaya energi itu kepada Eric Frumin, tetangganya. Eric, berhasil mensupply kebutuhan energi alternatif kepada Robert Sauchelli, dan beberapa tetangganya yang lain.

Aturan hukum yang berlaku disana, tidak memperbolehkan individu untuk menjualbelikan listrik secara langsung satu sama lain. Sedangkan dengan pola penjualan listrik Eric kepada Robert, melalui sistem TransActive Grid tersebut adalah menggunakan token. Jadi sama halnya saat Sauchelli membeli energi alternatif dari Green Mountain Energy.

Secara pribadi, Robert menilai ia tahu betul pengeluaran yang ia telah bayarkan kepada Eric. Ia merasa bahwa ia juga mendapat manfaat dari komunitas kecilnya tersebut. Dari transaksi antara Eric dan Robert, dilakukan dengan menggunakan Blockchain. Transaksi menggunakan Blockchain, dapat dilakukan hampir tanpa ada kesalahan, semua transaksi dapat dicatat secara langsung dan transparan.

Saat Robert membeli energi ramah lingkungan itu dari Eric Frumin, ia dapat melakukannya melalui sebuah portal online. Disana Robert dapat melihat langsung berapa daya yang tersedia untuk dibeli. Keseluruhan data itu telah dikumpulkan dari pengukur daya (smart meter) yang telah disediakan dalam sistem TransActive Grid. Smart meter tersebut, juga telah diinstal pada rumah-rumah yang telah tergabung dalam proyek komunitas kecil tersebut.

Jadi dalam hal ini, saat transaksi Robert dilakukan, teknologi Blockchain ini berfungsi untuk menangani akutansi transaksinya. Merekam persyaratan transaksi, melacak berapa banyak energi yang telah terjual, bahkan secara detail juga menjelaskan oleh siapa dan pada siapa energi itu dijual.

Teknologi Blockchain memungkinkan transaksi dapat terjadi langsung antara konsumen dan produsen. Disamping itu, dengan Blockchain, transaksi juga dapat berlangsung dengan biaya transaksi yang lebih rendah. Dan teknologi inipun bisa digunakan dalam proses jual beli energi.

Scott Kessler, Direktur Operasi LO3 menilai microgrid ini bertujuan untuk membuat power grid lokal, dapat berjalan secara paralel ke jaringan utama. LO3 berharap pada proyek berikutnya, bisa membuat jaringan energi lokal yang sebenarnya.

Sementara menurut Direktur Laboratorium Teknik Universitas Colombia, Vijay Modi menerangkan, bahwa microgrid berpotensi menyediakan listrik untuk rumah. Meskipun jika grid utama sedang down jika terkena bencana. “Jika infrastruktur yang lebih besar terganggu karena beberapa alasan, maka anda masih berpotensi untuk memenuhi kebutuhan itu secara lokal,” terangnya. Menurutnya, di New York juga banyak yang tertarik dengan ide ini. Setidaknya ada kurang lebih 40 juta dolar di seluruh negara bagian New York yang berkompetisi untuk mengembangkan proyek microgrid.

Eric Frumin sendiri, ia telah menghabiskan biaya kurang lebih 40.000 dolar untuk instalasi energi matahari miliknya. Ia mendapat bantuan subsidi dari New York City dan negara bagian New York berjumlah 30.000 dolar. Untuk menutupi pengeluaran investasi energi matahari itu, Eric Frumin telah bisa menjual energi kepada para tetangganya.

About Edukasi Bitcoin

EdukasiBitcoin adalah media online untuk berbagi pengetahuan dasar tentang Bitcoin. Harapannya, agar bisa dijadkan sebagai sumber informasi maupun sebagai referensi penambah pengetahuan yang bermanfaat, berkaitan dengan Bitcoin dan teknologi yang melingkupinya.

Check Also

Menyimpan Komoditas Di Dalam Blockchain

Menyimpan Komoditas Di Dalam Blockchain

Bagaimana Blockchain Mampu Sebagai Peyimpan Aset Dan Komoditas Pengantar: Sebelum kita memutuskan untuk membeli beberapa, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *